Sejarah Adalah Guru Kehidupan!!!
Sejarah Adalah Guru Kehidupan!!!
Jumat, 27 Mei 2011
Minggu, 10 April 2011
Presiden Pabrik Airsoft Gun Ditangkap Di Jepang
Wednesday, Dec. 3, 2008
Toy gun maker held over lethal models
Kyodo News
Tokyo police on Tuesday arrested the president of Tanaka Works, a maker of toy guns, for allegedly possessing hundreds of "air soft" guns that are considered lethal weapons.
![]()
News photo
Not for kids: Police say this Cassiopeia-brand toy revolver made by Tanaka Works is a lethal weapon.
It is the first time police have served a warrant defining an unaltered toy air gun as a lethal weapon, they said. The warrant was served to Yoshimoto Tanaka, who heads the Kita Ward-based firm.
The air guns are Tanaka Works' Cassiopeia-brand revolvers, which went on sale in July. Police have been trying to recover about 1,950 of them that were put on the market.
The air guns are capable of shooting metal bullets and are as lethal as real handguns, the police said.
Tanaka Works sold them without undergoing voluntary checks by an industry body, the Air Soft Gun Kyokai.
Tanaka, 64, is suspected of possessing 867 Cassiopeia revolvers as of Oct. 7, when investigators raided the firm's head office, the police said.
In an interview with before his arrest, Tanaka said he does not understand why his company was searched, noting its products are made of plastic.
"We sold products that were a dream to buyers," he said.
Toy gun maker held over lethal models
Kyodo News
Tokyo police on Tuesday arrested the president of Tanaka Works, a maker of toy guns, for allegedly possessing hundreds of "air soft" guns that are considered lethal weapons.
News photo
Not for kids: Police say this Cassiopeia-brand toy revolver made by Tanaka Works is a lethal weapon.
It is the first time police have served a warrant defining an unaltered toy air gun as a lethal weapon, they said. The warrant was served to Yoshimoto Tanaka, who heads the Kita Ward-based firm.
The air guns are Tanaka Works' Cassiopeia-brand revolvers, which went on sale in July. Police have been trying to recover about 1,950 of them that were put on the market.
The air guns are capable of shooting metal bullets and are as lethal as real handguns, the police said.
Tanaka Works sold them without undergoing voluntary checks by an industry body, the Air Soft Gun Kyokai.
Tanaka, 64, is suspected of possessing 867 Cassiopeia revolvers as of Oct. 7, when investigators raided the firm's head office, the police said.
In an interview with before his arrest, Tanaka said he does not understand why his company was searched, noting its products are made of plastic.
"We sold products that were a dream to buyers," he said.
Mengintip Pabrik Senapan M16
sedikit tentang M16 (cal 5.56 mm)
M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar. M16 dibuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit.
Ada empat versi utama dari M16. Yang pertama adalah M16, yang diikuti oleh M16A1, yang menggunakan peluru U.S. M193/M196. M16 ini bisa ditembakan pada pilihan semi-otomatis maupun full-otomatis. Yang kedua adalah M16A2, yang mulai dipakai sekitar tahun 1980. M16A2 menggunakan peluru M855/M856 yang didesain Belgia (dan kemudian dijadikan standar NATO 5.56 x 45 mm). M16A2 bisa menembak semi-otomatis dan burst tiga butir. Yang terakhir adalah M16A4, yang menjadi standar untuk Marinir AS pada Invasi Irak 2003, menggantikan M16A2.
desain
Receiver M16 terbuat dari alumunium. Laras, bolt, dan bolt carriernya terbuat dari besi. Popor dan pegangannya terbuat dari plastik. Model-model awal M16 termasuk ringan, dengan berat 2,9 kg, ini jauh lebih ringan daripada senapan-senapan tahun 1950-an dan 1960-an. Dan juga lebih ringan dari AK-47 yang beratnya sekitar 5 kg. M16A2 dan varian-varian yang lebih baru beratnya bertambah, yaitu menjadi 3,9 kg.
Model-model terbaru (M16A4) memiliki desain receiver atas "flat-top", dilengkapi dengan Picatinny mounting rail, yang membuat pemakai bisa memasang alat bidik biasa, maupun alat bidik optik seperti teleskop dan night vision.
Pabrik M16

ini peluru nya gan

more bullets


ini bagian perakitan nya
**geez I wish my mom can do it, so I dont have to buy it **

masih termasuk bagian assembly nya

M16 yg uda jadi

kemasan nya hehe

M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar. M16 dibuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit.
Ada empat versi utama dari M16. Yang pertama adalah M16, yang diikuti oleh M16A1, yang menggunakan peluru U.S. M193/M196. M16 ini bisa ditembakan pada pilihan semi-otomatis maupun full-otomatis. Yang kedua adalah M16A2, yang mulai dipakai sekitar tahun 1980. M16A2 menggunakan peluru M855/M856 yang didesain Belgia (dan kemudian dijadikan standar NATO 5.56 x 45 mm). M16A2 bisa menembak semi-otomatis dan burst tiga butir. Yang terakhir adalah M16A4, yang menjadi standar untuk Marinir AS pada Invasi Irak 2003, menggantikan M16A2.
desain
Receiver M16 terbuat dari alumunium. Laras, bolt, dan bolt carriernya terbuat dari besi. Popor dan pegangannya terbuat dari plastik. Model-model awal M16 termasuk ringan, dengan berat 2,9 kg, ini jauh lebih ringan daripada senapan-senapan tahun 1950-an dan 1960-an. Dan juga lebih ringan dari AK-47 yang beratnya sekitar 5 kg. M16A2 dan varian-varian yang lebih baru beratnya bertambah, yaitu menjadi 3,9 kg.
Model-model terbaru (M16A4) memiliki desain receiver atas "flat-top", dilengkapi dengan Picatinny mounting rail, yang membuat pemakai bisa memasang alat bidik biasa, maupun alat bidik optik seperti teleskop dan night vision.
Pabrik M16
Spoiler for pabrik:
ini peluru nya gan
more bullets
ini bagian perakitan nya
**geez I wish my mom can do it, so I dont have to buy it **
masih termasuk bagian assembly nya
M16 yg uda jadi
kemasan nya hehe
Minggu, 20 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
mosin-nagant rifle
Tipe: Senapan
Negara pengguna: Uni Soviet, Finlandia
Masa penggunaan: 1891-sampai sekarang
Negara asal: Uni Soviet
Pada perang: Perang Rusia-Jepang, Perang saudara Rusia, Perang Dunia 1, Perang Dunia 2, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Invasi Soviet ke Afghanistan, dan beberapa perang lainnya.
Peranncang: Sergei Ivanovic Mosin, Leon Nagant
Tahun: 1891
Jumlah produksi: Sekitar 37 juta
Varian: M91 Dragon, M1907 Carbine
Berat kosong: 4,5 kg
Panjang: 1,318 mm
Mekanisme: Bolt action
Kaliber: 7,62 mm
Rata2 tembakan: 15 butir per detik
Amunisi: Klip 5 butir, Magazen internal
Alat bidik: Belakang sliding ramp, depan tiang
Berdasarkan pengalaman selama Perang Rusia-Turki, ketika sebagian besar tentara Rusia yang dipersenjatai senapan sekali-tembak Berdan menghadapi tentara Turki dengan senapan Winchester, pada tahun 1882 Administrasi Artileri Utama Rusia memperoleh tugas memproduksi senapan dengan magasin yang mampu menampung multipeluru. Setelah gagal memodifikasi senapan Berdan agar memenuhi syarat tersebut, sebuah "komisi khusus untuk pengujian senapan bermagazen" dibentuk untuk menguji berbagai desain baru (seperti Mauser, Lee-Metford, dan Lebel. Pada tahun 1889 seorang kapten muda bernama Sergei Ivanovich Mosin mengajukan senapan berkaliber "3-line" (ukuran lama Rusia, setara dengan 0,30 inci atau 7,62 mm) bersamaan dengan senapan berkaliber 3.5-line buatan Léon Nagant dari Belgia. Pada tahun 1891 semua unit yang menguji senapan-senapan tersebut lebih memilih senapan desain Nagant dan komisi juga memilih senapan yang sama. Meski demikian, beberapa perwira berpengaruh mengunggulkan desain lokal (Mosin). Maka, hasilnya adalah sebuah kompromi: senapan Mosin menggunakan mekanisme pengisian peluru yang merupakan desain Nagant. Jadilah senapan Model 1891 (penamaan resmi waktu itu).
Produksi dimulai tahun 1892 di pabrik-pabrik persenjataan Tula, Izhevsk, dan Sestroryetsk. Karena fasilitas-fasilitas ini memiliki kapasitas terbatas, pesanan sebanyak 500.000 senapan dialihkan ke perusahaan senjata Perancis, Manufacture Nationale d'Armes de Châtellerault, Pada Perang Rusia-Jepang tahun 1904, sekitar 3,8 juta pucuk telah diserahkan ke angkatan bersenjata Rusia.
Selama tahun 1891-1910, beberapa varian dan modifikasi dari model awal dibuat. Ini termasuk perubahan pembidik, penambahan bolt yang diperkuat — karena mengadopsi peluru 147-grain pointed ("spitzer"), penghilangan gagang baja di belakang pelindung picu, barrel band baru, dan lain-lain.
Selama Perang Saudara Rusia, versi dragoon dan infantri masih diproduksi meskipun dalam jumlah yang jauh berkurang. Setelah kemenangan Tentara Merah, sebuah komite dibentuk tahun 1924 untuk memperbarui senapan yang saat itu sudah digunakan selama lebih dari tiga dekade. Hasilnya adalah pengembangan senapan Model 1891/30 berdasarkan pada versi orisinal dragoon. Perubahannya termasuk penggunaan kembali pembidik belakang datar, penggantian receiver silindris dengan receiver oktagon (atau "hex") sekitar tahun 1936-1937, penggantian pembidik depan berbentuk bilah dengan pembidik depan berkerudung sekitar tahun 1932-1933, dan pemendekan laras sekitar 5 mm. Tahun 1945, sekitar 17,475 juta senapan M1891/30 telah diproduksi.
Saat ini banyak senapan Mosin-Nagant diperjualbelikan di luar Rusia sebagai barang antik maupun koleksi dan sebagai senapan berburu. Akibat surplus produksi industri Soviet selama Perang Dunia II, senapan-senapan ini (umumnya M44 dan M30) bisa diperoleh seharga paling murah 75 dollar AS untuk model standar. Model senapan runduk lebih mahal.
Negara pengguna: Uni Soviet, Finlandia
Masa penggunaan: 1891-sampai sekarang
Negara asal: Uni Soviet
Pada perang: Perang Rusia-Jepang, Perang saudara Rusia, Perang Dunia 1, Perang Dunia 2, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Invasi Soviet ke Afghanistan, dan beberapa perang lainnya.
Peranncang: Sergei Ivanovic Mosin, Leon Nagant
Tahun: 1891
Jumlah produksi: Sekitar 37 juta
Varian: M91 Dragon, M1907 Carbine
Berat kosong: 4,5 kg
Panjang: 1,318 mm
Mekanisme: Bolt action
Kaliber: 7,62 mm
Rata2 tembakan: 15 butir per detik
Amunisi: Klip 5 butir, Magazen internal
Alat bidik: Belakang sliding ramp, depan tiang
Berdasarkan pengalaman selama Perang Rusia-Turki, ketika sebagian besar tentara Rusia yang dipersenjatai senapan sekali-tembak Berdan menghadapi tentara Turki dengan senapan Winchester, pada tahun 1882 Administrasi Artileri Utama Rusia memperoleh tugas memproduksi senapan dengan magasin yang mampu menampung multipeluru. Setelah gagal memodifikasi senapan Berdan agar memenuhi syarat tersebut, sebuah "komisi khusus untuk pengujian senapan bermagazen" dibentuk untuk menguji berbagai desain baru (seperti Mauser, Lee-Metford, dan Lebel. Pada tahun 1889 seorang kapten muda bernama Sergei Ivanovich Mosin mengajukan senapan berkaliber "3-line" (ukuran lama Rusia, setara dengan 0,30 inci atau 7,62 mm) bersamaan dengan senapan berkaliber 3.5-line buatan Léon Nagant dari Belgia. Pada tahun 1891 semua unit yang menguji senapan-senapan tersebut lebih memilih senapan desain Nagant dan komisi juga memilih senapan yang sama. Meski demikian, beberapa perwira berpengaruh mengunggulkan desain lokal (Mosin). Maka, hasilnya adalah sebuah kompromi: senapan Mosin menggunakan mekanisme pengisian peluru yang merupakan desain Nagant. Jadilah senapan Model 1891 (penamaan resmi waktu itu).
Produksi dimulai tahun 1892 di pabrik-pabrik persenjataan Tula, Izhevsk, dan Sestroryetsk. Karena fasilitas-fasilitas ini memiliki kapasitas terbatas, pesanan sebanyak 500.000 senapan dialihkan ke perusahaan senjata Perancis, Manufacture Nationale d'Armes de Châtellerault, Pada Perang Rusia-Jepang tahun 1904, sekitar 3,8 juta pucuk telah diserahkan ke angkatan bersenjata Rusia.
Selama tahun 1891-1910, beberapa varian dan modifikasi dari model awal dibuat. Ini termasuk perubahan pembidik, penambahan bolt yang diperkuat — karena mengadopsi peluru 147-grain pointed ("spitzer"), penghilangan gagang baja di belakang pelindung picu, barrel band baru, dan lain-lain.
Perang Dunia I
Saat Rusia terlibat dalam Perang Dunia I, produksi M1891 dibatasi hanya pada model dragoon dan infanteri dengan alasan kemudahan diproduksi. Karena kekurangan senjata dan kurangnya produksi industri dalam negeri yang masih berkembang, pemerintah Rusia memesan 1,5 juta senapan infantri M1891 dari Remington Arms dan 1,8 juta pucuk dari New England Westinghouse di Amerika Serikat. Banyak senapan Mosin-Nagant yang direbut angkatan bersenjata Jerman dan Austria-Hungaria. Senapan-senapan tersebut dioperasikan pasukan garis belakang kedua negara tersebut dan angkatan laut Jerman. Banyak senapan yang direbut Austria ini dijual ke Finlandia tahun 1920-an.
Selama Perang Saudara Rusia, versi dragoon dan infantri masih diproduksi meskipun dalam jumlah yang jauh berkurang. Setelah kemenangan Tentara Merah, sebuah komite dibentuk tahun 1924 untuk memperbarui senapan yang saat itu sudah digunakan selama lebih dari tiga dekade. Hasilnya adalah pengembangan senapan Model 1891/30 berdasarkan pada versi orisinal dragoon. Perubahannya termasuk penggunaan kembali pembidik belakang datar, penggantian receiver silindris dengan receiver oktagon (atau "hex") sekitar tahun 1936-1937, penggantian pembidik depan berbentuk bilah dengan pembidik depan berkerudung sekitar tahun 1932-1933, dan pemendekan laras sekitar 5 mm. Tahun 1945, sekitar 17,475 juta senapan M1891/30 telah diproduksi.
Perang Dunia II
Senapan Mosin-Nagant dijadikan senapan runduk tahun 1932 dan dioperasikan penembak runduk Soviet selama Perang Dunia II. Senapan runduk M1891/30 versi awal menggunakan teleskop 4x PE atau PEM, teleskop buatan Soviet meniru desain Zeiss. Teleskop-teleskop ini digantikan teleskop 3,5 PU yang lebih kecil, simpel, dan mudah diproduksi. Saat Pertempuran Stalingrad, teleskop ini dipakai Vasily Grigoryevich Zaitsev. Senapan Mosin-Nagant juga digunakan Lyudmila Pavlychenko, penembak jitu terkenal dari Uni Soviet pada Perang Dunia II. Senapan runduk tersebut sangat dihargai dulu dan kini karena kuat, dapat diandalkan, akurat, dan mudah dirawat. Model yang dimodifikasi untuk penembak runduk sangat dicari dan
Setelah Perang Dunia
Setelah Perang Dunia II Uni Soviet menghentikan produksi senapan Mosin-Nagant, menariknya dari angkatan bersenjata, dan menggantikannya dengan karaben SKS kemudian senapan seri AK. Meskipun demikian, senapan Mosin-Nagant tetap dipakai di Blok Timur dan sebagian dunia selama beberapa dekade. Senapan Mosin-Nagant digunakan dalam berbagai konflik selama Perang Dingin, mulai Perang Vietnam dan Perang Korea sampai invasi Soviet ke Afganistan, serta sepanjang tirai besi di Eropa. Senapan ini tidak hanya digunakan sebagai senjata infanteri cadangan, tetapi juga senjata infanteri garis depan.Saat ini banyak senapan Mosin-Nagant diperjualbelikan di luar Rusia sebagai barang antik maupun koleksi dan sebagai senapan berburu. Akibat surplus produksi industri Soviet selama Perang Dunia II, senapan-senapan ini (umumnya M44 dan M30) bisa diperoleh seharga paling murah 75 dollar AS untuk model standar. Model senapan runduk lebih mahal.
Pengguna
Afghanistan
Albania
Amerika Serikat (U.S. Rifle, 7.62 mm, model 1916)
Bulgaria
Cina
Cekoslowakia
Estonia
Filipina (buatan Amerika Serikat)
Finlandia
Georgia
Hungaria
Indonesia
Inggris
Irak
Jerman Timur
Kekaisaran Rusia
Korea Utara
Kuba
Laos (diterima dari Cina, Vietnam Utara, dan Uni Soviet)
Mesir
Mongolia
Montenegro
Polandia
Rumania
Rusia
Spanyol, digunakan dalam Perang Saudara Spanyol
Suriah
Thailand (jumlah terbatas, diperoleh dari Perang Vietnam dan tentara Laos)
Turki, digunakan dalam Perang Kemerdekaan Turki
Ukraina
Uni Soviet
Vietnam
Langganan:
Postingan (Atom)