Sejarah Adalah Guru Kehidupan!!!

Sejarah Adalah Guru Kehidupan!!!

Rabu, 28 September 2011

The "Tet Offensive" (Penyerangan Tet)

Tet offensive / penyerangan tet, adalah penyerangan yang dilakukan oleh tentara-tentara / gerilyawan Vietkong terhadap pasukan Amerika Serikat, yang pada waktu itu sedang bertempur di Vietnam.

Video penyerangan tet: (Linknya saja)

http://www.youtube.com/watch?v=4LQQa3YI6wU (Part 1/5)

http://www.youtube.com/watch?v=lJg3WzY05dM&feature=related (Part2/5)

http://www.youtube.com/watch?v=VdhjiiBbF_s&feature=related (Part 3/5)

http://www.youtube.com/watch?v=Qwi70Jjismg&feature=related (Part 4/5)

http://www.youtube.com/watch?v=C2rCtb36lss&feature=related (Part 5/5)

Beberapa info tentang penyerangan tet terhadap Amerika Serikat:

Seranagan Tet (1968-1969) adalah serangkaian operasi penyerangan pada masa Perang Vietnam, yang dikoordinasi antara unsur-unsur kekuatan batalyon Pasukan Bersenjata Pembebasan Rakyat (PLAF) atau "Vietcong" dari Front Nasional untuk Pembebasan Vietnam dan unsur-unsur kekuatan divisi dari Tentara Rakyat Vietnam (PAVN), dari Vietnam Utara melawan Tentara Republik Vietnam (ARVN) dari Vietnam Selatan ditambah militer AS dan pasukan-pasukan sekutu ARVN lainnya. Operasi ini disebut Serangan Tet karena waktunya bertepatan dengan malam 30 Januari - 31 Januari 1968 Tết Nguyên Đán (Tahun Baru Imlek). Serangan itu dimulai secara spektakular pada perayaan Tahun Baru Imlek, dan operasi-operasi sporadik yang terkait berlangsung hingga 1969.
Serangan Tet ini menghasilkan serangan operasional yang menghancurkan bagi pemerintah Vietnam, melumpuhkan PLAF. Namun, meskipun keliru, Serangan Tet ini dianggap sebagai titik balik dari perang di Vietnam; di sini NLF dan PAVN memperoleh kemenangan psikologis dan propaganda besar-besaran sehingga menyebabkan hilangnya dukungan rakyat AS terhadap Perang Vietnam dan akhirnya pasukan-pasukan AS pun ditarik mundur. Baik NLF maupun PAVN tidak mencapai tujuan-tujuan strategis mereka, dan ongkos operasional serangan itu sangat berbahaya dan mahal. Selain itu, sementara pendapat umum rakyat AS tetap mendukung keterlibatan AS di dalam perang itu, rakyat AS sendiri semakin kritis terhadap kebijakan-kebijakan perang tertentu Lyndon Johnson. BArangkali kelompok yang paling terpengaruhi oleh serangan ini adalah pemerintah Nguyễn Văn Thiệu di Republik Vietnam, yang militer dan politiknya mengandalkan dukungan AS sebagaimana yang diperlihatkan oleh mayoritas penduduk Republik itu sendiri.
Serangan Tet sering dipandang sebagai contoh tentang pentingnya propaganda dan pengaruh media dalam upaya mencapai tujuan-tujuan militer, sebuah ajaran penting dalam perang modern pada akhir abad ke-20 dan abad ke-21.  

Tanggal: -Fase 1: 30 Januari 1968 - 28 Maret  1968.
              -Fase 2: 5 Mei 1968 - 15 Juni 1968.
              -Fase 3: 17 Agustus 1968 - 30 Agustus 1968.
Lokasi: Vetnam Selatan.
Hasil: Kemenagan Bagi pasukan Amerika, ARVN, dan Sekutu.
Pihak yang Terlibat: Sekutu (Amerika Serikat, Vietnam Selatan, sedikit pasukan sekutu AS).
                               Komunis (Vietnam Utara, Front Pembebasan Vietnam).
Komandan: William Westmoreland
                   Komite sentral NLF dan DRVN

Beberapa foto tentang penyerangan tet:


































Kamis, 22 September 2011

Fakta Unik Dari Senapan Serbu AK-47

Ternayata senapan serbu sejuta umat yang diciptaakan oleh Mikhail Kalashnikov memiliki fakta unik dibalik keganasannya. Mari kita simak!

1. Ternyata harga dari AK-47 kaliber 7,62 x 39 mm merupakan peluru termurah di dunia. Ini disebabkan adanya pasokan melimpah, terutama dari China eks pakta Warsawa. Bahkan di Amerika harga satu peluru ini lebih murah dibandingkan peluru kaliber 22lr.

2.
 



Ternyata.... Pepatah peluru tidak mengenal suku, ras dan agama, terbukti ketika banyak negara dan faksi-faksi politik memasang AK-47 sebagai simbol perjuangan, seperti Mozambik, Irak (zaman Saddam), dan faksi Hizbullah di Lebanon, walau secara ideologi mungkin mereka sangat menentang Komunis.

3.



Ternyata legenda AK-47 tidak hanya terbukti di medan perang, namun juga merasuk dalam budaya sosial. Di negara Sub-Sahara seperti Uganda dan Mozambik, AK-47 menjadi standar nilai tukar untuk barter. Satu AK-47 dihargai 3-4 binatang ternak. Selain itu, AK-47 juga dijadikan mas kawin.

4. Ternyata AK-47 menjadi satu-satunya senjata yang namanya digunakan untuk menamai anak baru lahir, karena menginspirasikan keberanian. Di Afrika, banyak anak memiliki nama Kalash.

5.Ternyata film-film tentang Perang Vietnam banyak salah kaprah karena menampilkan prajurit Viet Cong menyandang AK-47. Sebenarnya, hanya tentara reguler NVA(North Vietnamese Army) yang berhak menyandang AK-47. Viet Cong hanya mendapat SKS. MAT-49, atau bahkan Mossin Nagant.

6. Ternyata di perbatasan Pakistan dan Afghanistan yang dikenal dengan area No Man's Land, AK-47 dibuat di bengkel rumahan dan dijual di pasar layaknya sayur. Tradisi keluarga pembuat senjata disana sudah diturunkan dari generasi ke generasi.

7. Ternyata pasca penarikan mudur Soviet tahun 1989, AK-47 bisa disewa perjam di Peshawar Pakistan. Yang lebih parah, AK-47 bisa dibeli secara cicilan..... pembeli cukup membayar uang muka 5000 rupee, pergi merampok orang lain, dan membayar 10.000 rupee sisanya dengan hasil rampokan.....

Jumat, 02 September 2011

Senapan Tempur era 1950'an - 1960'an

1. Heckler & Koch G3

Gambar:
Penjelasan:

G3 adalah singkatan dari gewehr 3, adalah keluarga senapan tempur yang diproduksi oleh perusaahan senjata Jerman Heckler & Koch. Senapan ini diadopsi menjadi senapan standar Bundeswehr Jerman pada tahun 1959, dan sejumlah negara lainnya termasuk Indonesia

2. M14

Gambar:

 

Penjelasan:
Beretta BM59 adalah senapan tempur buatan Italia yang bentuknya berdasarkan dari senapan M1 Garand Buatan Amerika. Senapan ini mengadopsi kaliber 7,62 x 51 mm NATO. Senapan ini sempat menjadi senapan standar Tentara Nasional Indonesia  dan namanya menjadi Pindad SP1.


4. FN FAL

Gambar:


Penjelasan:

FN FAL singkatan dari Fusil Automatique Leger. Adalah senapan tempur buatan perusahaan senjata Belgia Fabrique Nationale. Senapan ini dikembangkan pada masa perang dingin, dan menggunakan peluru kaliber 7,62 x 51 mm NATO. Senapan ini banyak digunakan oleh negara-negara NATO dan banyak negara lainnya.

Senin, 29 Agustus 2011

Cerita Tentang Tentara SAS Inggris Pertama Yang dibunuh Oleh Tentara ASEAN

Ini cerita tentang the first British SAS soldiers killed by a South East Asian soldier (yg tentu saja diwakili oleh prajurit dari RPKAD/Kopassus )

Setting ceritanya adalah bulan April tahun 1965, ketika Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malaysia. Lokasi pertempuran di desa Mapu, Long Bawan, perbatasan Kalimantan Barat dan Sabah.

Saat itu batalion 2 RPKAD (sekarang Grup 2 Kopassus) baru saja terbentuk. batalion baru ini segera dikirim untuk misi khusus ke kalimantan barat. Mereka mendarat di Pontianak bulan Februari 1965, dan segera setelah itu mereka berjalan kaki menuju posnya di Balai Karangan yang jaraknya puluhan kilometer dari lapangan terbang.

Pos Balai Karangan merupakan pos terdepan TNI yang sebelum kedatangan RPKAD dijaga oleh infanteri dari batalion asal Jatim. Sekitar 1 km di depan pos Balai Karangan adalah pos terdepan tentara Inggris di desa Mapu yang dijaga oleh satu kompi British paratrooper dan beberapa orang SAS. Menyerang pos inilah yang menjadi misi khusus batalion RPKAD. Pos Mapu tersebut sering digunakan sebagai transit bagi personel SAS yang akan menyusup ke wilayah Indonesia. TNI ingin hal ini dihentikan dengan langsung melenyapkan pos tersebut.

Pos Inggris di Mapu tersebut terletak di puncak sebuah bukit kecil yang dikelilingi lembah, sehingga pos ini sangat mudah diamati dari jarak jauh. Selain itu, pos tersebut juga cukup jauh dari pasukan induknya yang kira-kira terpisah sejauh 32 km.

Pasukan RPKAD yang baru datang segera mempersiapkan setiap detail untuk melakukan penyerangan. Prajurit RPKAD yang terpilih kemudian ditugaskan untuk melakukan misi reconnaisance untuk memastikan kondisi medan secara lebih jelas. Mereka juga memetakan pos tersebut dengan detail sehingga bisa menjadi panduan bagi penyusunan strategi penyerangan, termasuk detail jalur keluar masuknya.

Tugas recon ini sangat berbahaya, mengingat SAS juga secara rutin melakukan pengamatan ke posisi-posisi TNI. Jika kedua recon tersebut berpapasan tanpa sengaja, bisa jadi akan terjadi kotak tembak yang akan membuyarkan rencana penyerangan. Oleh karena itu, recon RPKAD sangat berhati-hati dalam menjalankan misinya. Bahkan mereka menggunakan seragam milik prajurit zeni TNI AD untuk mengelabui musuh apabila terjadi kemungkinan mereka tertangkap atau tertembak dalam misi recon tersebut.

Setelah sebulan mempersiapkan penyerangan, pada 25 April 1965 gladi bersih dilakukan. Dari tiga kompi RPKAD yang ada di pos Balai Karangan. Komandan batalion, Mayor Sri Tamigen, akhirnya memutuskan hanya kompi B (Ben Hur) yang akan melakukan penyerangan. Sementara 2 kompi lainnya tetap berada di wilayah Indonesia untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu.

Dalam penyerangan ini, kompi B diharuskan membawa persenjataan lengkap. Mulai dari senapan serbu AK-47, senapan mesin Bren, peluncur roket buatan Yugoslavia, dan Bangalore torpedoes, mainan terbaru RPKAD waktu itu, yang biasanya digunakan untuk menyingkirkan kawat berduri atau ranjau.

Selesai mengatur perbekalan, Ben Hur mulai bergerak melintasi perbatasan selepas Maghrib. Karena sangat berhati-hati, mereka baru sampai di desa Mapu pada pukul 0200 dini hari. Setelah itu mereka segera mengatur posisi seperti strategi yang telah disusun dan dilatih sebelumnya.

Pos Mapu berbentuk lingkaran yang dibagi ke dalam empat bagian yang masing-masing terdapat sarang senapan mesin. Perimeter luar dilindungi oleh kawat berduri, punji, dan ranjau claymore. Satu-satunya cara untuk merebut pos ini adalah dengan merangsek masuk kedalam perimeter tersebut dan bertarung jarak dekat. Menghujani pos ini dengan peluru dari luar perimeter tidak akan menghasilkan apa-apa karena didalam pos tersedia lubang-ubang perlindungan yang sangat kuat.

Beruntung, malam itu hujan turun dengan deras seolah alam merestui penyerangan tersebut, karena bunyi hujan menyamarkan langkah kaki dan gerakan puluhan prajurit komando RPKAD yang mengatur posisi di sekitar pos tersebut.

Setelah dibagi ke dalam tiga kelompok, prajurit komando RPKAD berpencar ke tiga arah yang telah ditetapkan. Peleton pertama akan menjadi pembuka serangan sekaligus penarik perhatian. Kedua peleton lainnya akan bergerak dari samping/rusuk dan akan menjebol perimeter dengan bagalore torpedoes agar para prajurit RPKAD bisa masuk ke dalam dan melakukan close combat.

Pada jam 0430 saat yang dinanti-nanti tiba, peleton tengah membuka serangan dengan menembakkan senapan mesin Bren ke posisi pertahanan musuh. Segera setelah itu, dua peleton lainnya meledakkan bangalore torpedoes mereka dan terbukalah perimeter di kedua rusuk pertahanan pos tersebut. Puluhan prajurit RPKAD dengan gagah berani masuk menerjang ke dalam pos untuk mencari musuh.

Prajurit Inggris berada pada posisi yang tidak menguntungkan karena tidak siap dan sangat terkejut karena mereka tidak menduga akan diserang pada jarak dekat. Apalagi saat itu sebagian rekan mereka sedang keluar dari pos untuk berpatroli. Yang tersisa adalah 34 prajurit Inggris. Hal ini memang telah dipelajari recon RPKAD, bahwa ada hari-hari tertentu dimana 2/3 kekuatan di pos tersebut keluar untuk melakukan patroli atau misi lainnya. Dan hari itulah yang dipilih untuk hari penyerangan.

Dengan susah payah, akhirnya ke-34 orang tersebut berhasil menyusun pertahanan. Beberapa prajurit RPKAD yang sudah masuk ke pos harus melakukan pertempuran jarak dekat yang menegangkan. Dua prajurit RPKAD terkena tembakan dan gugur. Namun rekan mereka terus merangsek masuk dan berhasil menewaskan beberapa tentara Inggris dan melukai sebagian besar lainnya. Tentara Inggris yang tersisa hanya bisa bertahan sampai peluru terakhir mereka habis karena mereka telah terkepung.

Diantara yang terbunuh dalam pertempuran jarak dekat yang brutal tersebut adalah seorang anggota SAS. Ini adalah korban SAS pertama yang tewas ditangan tentara dari ASEAN. Namun sayangnya Inggris membantah hal ini. Bahkan dalam buku karangan Peter Harclerode berjudul "Para! Fifty Years of the Parachute Regiment halaman 261 pemerintah Inggris malah mengklaim mereka berhasil menewaskan 300 prajurit RPKAD dalam pertempuran brutal tersebut. Lucunya klaim pemerintah Inggris ini kemudian dibantah sendiri oleh penulis buku tersebut di halaman 265, ia menyebutkan bahwa casualties RPKAD hanya 2 orang. Secara logis memang angka 300 tidak mungkin karena pasukan yang menyerang hanya satu kompi. Pemerintah Inggris melakukan hal tersebut untuk menutupi rasa malu mereka karena dipecundangi tentara dari dunia ketiga, bahkan salah satu prajurit dari kesatuan terbaik mereka ikut terbunuh dalam pertempuran tersebut.

Pertempuran itu sendiri berakhir saat matahari mulai meninggi. Prajurit RPKAD yang sudah menguasai sepenuhnya pos Mapu segera menyingkir karena mereka mengetahui pasukan Inggris yang berpatroli sudah kembali beserta bala bantuan Inggris yang diturunkan dari helikopter. Mereka tidak sempat mengambil tawanan karena dikhawatirkan akan menghambat gerak laju mereka.

Sekembali di pos Balai Karangan, kompi Ben Hur disambut dengan suka cita oleh rekan-rekannya. Para prajurit yang terlibat dalam pertempuran mendapatkan promosi kenaikan pangkat luar biasa. Mereka juga diberi hadiah pemotongan masa tugas dan diberi kehormatan berbaris di depan Presiden Soekarno pada upacara peringatan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1965.

Itulah cerita heroik batalion 2 RPKAD, cikal bakal Grup 2 Kopassus.

Grup 2 KOPASSUS:

Rabu, 17 Agustus 2011

Dirgahayu Republik Indonesia ke 66 (17 agustus 1945 - 17 agustus 2011)

P R O K L A M A S I
Kami Bangsa Indonesia Dengan Ini Menyatakan Kemerdekaan Indonesia
Hal-hal yang mengenai pemindahan Kekuasaan DLL
Diselenggarakan Dengan Cara Saksama Dan Dalam Tempo Yang Sesingkat-singkatnya

Jakarta, 17-8-1945
Atas Nama bangsa Indonesia

Soekarno-Hatta

Begitulah bunyi dari proklamasi kemerdekaan  republik indonesia yang dibacakan oleh proklamataor sekaligus presiden pertama republik indonesia, yaitu soekarno. Soekarno lahir di Surabaya, 6 juni 1901 dan meninggal di Jakarta 21 juni 1970, dan dimakamkan di Blitar. Dan wakilnya Mohammad Hatta, lahir di Bukit Tinggi, 12 agustus 1902 dan meninggal di Jakarta 14 maret 1980. Bung Hatta namanya dijadikan nama jalan di kota Harleem di Belanda, 15 KM dari Amsterdam, Bung Hatta juga menderikan universitas dan perpustakaan di kota Bukit Tinggi.
Sekilas informasi tentang dua Bunga bangsa yang dimiliki oleh tanah air kita tercinta ini.
Semoga kita dapat lebih menghargai pejuang yang telah gugur di medan pertempuran dan maupun yang masih hidup. Semoga kita dapat menambah rasa nasionalis terhadap tanah air kita, dan dapat menjadi orang yang akan membanggakan negaranya.